Tampilkan postingan dengan label horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label horor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019

Kisah seram KKN

                                   KKN HOROR

Cerita dimulai ketika aku mulai Kuliah Kerja Nyata - KKN didaerah Jambi, saat itu aku datang bersama teman-temanku ke sebuah desa untuk mengajar bahasa inggris di sekolah dasar dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang kesejahteraan desa tersebut.
Waktu itu aku dan kelompok menyumbangkan sebuah ide, untuk membuat sebuah taman bacaan disekitar pematang sawah dekat kelurahan. Karena menurut kami, lokasi itu sangat cocok untuk proses belajar mengajar. Apalagi dilihat dari kebiasaan anak sekolah yang setelah selesai pulang sekolah langsung menggembala kambing.
Jadi sekalian bisa sambil belajar, disitu ada sebuah lokasi yang sangat bagus. Ditengah pematang sawah itu berdiri bangunan bekas rumah. Kalo kata pak lurah setempat, bangunan itu adalah bangunan bekas tempat tinggal. Namun entah kenapa pemilik rumah itu meninggalkan rumah itu tanpa alasan, kami sempat bertanya tentang keamanan rumah itu tapi pak lurah tidak menjelaskan apapun dan dia hanya bilang kalo tempat itu sudah tidak ada pemiliknya.
Sebelumnya pemilik itu sempat pernah datang ke desa dan menghibahkan bangunan itu kepada penduduk setempat untuk dijadikan tempat beristirahat para petani. Tapi entah kenapa, para petani disana tidak mau menggunakan tempat itu. Menurut beberapa penduduk, tempat itu kotor dan sering digunakan untuk hal yang tidak-tidak. Makanya mereka sangat senang jika tempat itu dijadikan tempat sekolahan atau tempat kerjaan,
Singkat cerita kami langsung mendekorasi rumah tua tersebut. Setelah bersih dan layak tinggal, kami memutuskan tempat itu menjadi basecamp kami. Namun ternyata ketika kami tinggal ditempat itu, ada yang tidak suka kami tinggal disitu.
Beberapa orang dari kelompok kami merasakan hal-hal yang aneh. Beberapa dari kelompok kami ketika tidur disana, sering mendengar suara tangisan di malam hari. Kemudian, air kran yang sering menyala sendiri tapi kami semua merasa tidak terlalu takut. Karena menurut kami, itu hanya gangguan kecil walau menyeramkan.
Sampai gangguan itu aku alami sendiri, dan betapa hebat. Ceritanya, malam itu hanya tinggal aku, rita dan beberapa teman yang tidur disana. Kami sedang mengobrol mengenai program KKN dan ditengah obrolan tiba-tiba suasana rumah menjadi sangat dingin dan sangat sepi. Aku berinisiatif untuk mengambil lentera didapur biar agak hangat.
"Rit, antar aku ke dapur yuk" akhirnya, rita menganggukan kepalanya dan mengantarku pergi ke dapur. Suasana dapur cukup gelap, hanya ada sebuah cahaya lilin disitu. Tapi aku merasa kalo disitu ada rita, tiba-tiba entah dari mana datangnya kami dikagetkan oleh sebuah benda yang terjatuh dari arah belakang dapur.
Kami terdiam, aku dan rita saling memandang. Perlahan lahan kami jalan dan terdengar suara kaki di hentak-hentakan di tanah. Aku mengulurkan tangan dan mengambil lentera itu, kemudian astaga aku terkejut karena ketika kami membalikan badan. Dibalik kami berdiri sesosok putih yang sangat kami kenal, mukanya menyeramkan. Kedua lubang hidungnya ditutupi kapas, astaga inikan. Aku dan rita menjerit hebat, didepan kami berdiri makhluk menyeramkan yang terbungkus kain putih. Aku dan rita saling berpelukan hingga,
makhluk itu membuka mulutnya dan mengeluarkan tangisan seperti kesakitan. Suara pilu yang keluar dari mulutnya dan selang beberapa detik makhluk itu menatap kami dengan matanya yang merah menyala. Kami ketakutan luar biasa, makhluk itu terus berdiri didepan kami. Sampai, "Kami tos beda alam, kami tos beda urusan. Indit", kami sudah berbeda alam, kami sudah berbeda urusan, pergi. Mataku tertuju kepada seseorang yang berada dibalik makhluk itu dan kami melihat pak lurah berdiri sambil menunjuk makhluk itu. Makhluk itu menggoyangkan badannya seperti mau melompat lalu menghilang.
Kami segera berlari ke arah pak lurah, dan pak lurah langsung menenangkan kami. Aku melihat temanku pada bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Subuh itu, kami duduk diruang tengah semuanya lalu menceritakan semua hal yang terjadi. Kemudian, pak lurah mulai menjelaskan asal usul bangunan ini. Ternyata bangunan ini adalah bangunan milik tuan tanah

Tuan tanah itu lintah darat dan memeras para petani dengan paksa, sang tuan tanah akhirnya meninggal dengan hutang yang belum sempat dilunasi oleh para petani. Sampai sekarang, arwahnya masih gentayangan mendatangi para petani. Lalu para petani itu sering melihat penampakan sang tuan tanah di rumah kosong yang kami jadikan basecamp.