Kisah Nyata Misteri Hidup Kembali Setelah Dijadikan Tumbal Pesugihan
Cerita Mistis Misteri Menyelamatkan Tumbal Pesugihan Gunung Kawi
Gara-gara makan sepotong roti, nyaris saja kehilangan nyawanya .Sebut saja namanya, Mukmin (38).Pasalnya begitu roti buatan pabrik tempatnya bekerja masuk ke dalam rongga perut, sekonyong-konyong sekujur badan Mukmin terasa panas. Suhu tubuh naik drastis hanya dalam hitungan detik. Lalu tak ayal ia pun jatuh pingsan!.Cerita mistik nyata terbaru.
Mukmin yang tidak sadarkan dii itu pun dibawa Iari ke rumah sakit terdekat. Tetapi sayang belum juga mendapat penanganan medis dan dokter jaga yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Mukmin sudah divonis meninggal dunia. Tetapi anehnya seorang praktisi metafiska bersikeras bahwa buruh pabrik roti itu belum meregang nyawa.
Guru Besar sebuah perguruan silat tenaga dalam itu yakin Mukmin masih hidup. Mengapa hal itu bisa terjadi?
“Peristiwa itu terjadi sekitartahun 2003 lalu,” kata Pak Syafruddin (58) mengenang peristiwa bertahun silam ketika dirinya melihat fenomena kematian ganji yang dialami oleh Mukmin. Saat itu dengan mata batinnya yang terlatih melihat bahwa anggota perguruan silat yang dipimpinnya itu mengalami kematian yang tidak wajar.
Ia melihat sejumlah dedemit dan siluman dengan paksa merenggut nyawa Mukmin. Mereka membawa nyawa buruh pabrik roti itu ke sebuah tempat di puncak Gunung Kawi. Keganjilan itulah yang dilihat oleh Pak Syafruddin dengan mata batinnya. Ia menduga Mukmin telah jadi korban tumbal pelaku pesugihan. Pasalnya Ia pernah “kenal” dengan siluman dan dedemit yang membawa nyawa Mukmjn. ‘Mereka adalah iblis-iblis penghuni Gunung Kawi.
Mereka adalah iblis yang menjadi tuan para pelaku pesugihan,” kata Pak Syafruddin yang dalam perjalanan spiritualnya telah banyak mengenal jin dengan berbagai karakternya Dan rupanya Ia juga hafal benar dengan kawasan Gunung Kawi yang banyak didatangi orang yang sudah terbutakan oleh harta kekayaan. Mereka kerap datang ke tempat itu untuk membuat ‘kontrak kerja” dengan dedemit-dedemit di sana.
Pelaku pesugihan tidak peduli soal syarat maupun tumbal yang mesti disediakan. Yang ada dalam otak mereka adalah tumpukan harta yang berlimpah. Kekayaan yang sesungguhnya semu itu telah menyeret mereka ke dalam jurang kesesatan.gagalnya tumbal pesugihan
Melihat fenomena ganjil demikian Pak Syafruddin sempat bimbang. Dalam hatinya bertanya-tanya apakah benar yang terikat di atas tandu itu adalah nyawa Mukmin anggota perguruan silatnya? Apakah itu cuma sekadar ilusi gaib yang ditebarkan oleh bangsa lelembut?
Beberapa saat Pak Syafruddin hanya bisa termangu. Hingga akhirnya sebuah tepukan halus mendarat di bahunya. Sesosok wanita menegurnya dan belakang.
“Cepat tolong dia...!” kata wanita itu yang tidak lain adalah Ibu Wati. lstrinya!
“Ya...ya sahut Pak Syafruddin tergagap.Laki-laki itu pun segera memburu siluman-siluman yang tengah membawa ruh Mukmin ke suatu tempat.
Kisah Nyata Alam Gaib Menyelamatkan Korban Tumbal Pesugihan Gunung Kawi
Ia sudah membentengi diri dengan ajian-ajian yangsekiranya bisa menangkal serangan makhluk dari alam astral itu.Dan benar saja dan kejauhan siluman-siluman itu sudah mencium gelagat tidak beres. Mereka seolah serempak menoleh ke belakang serta bersiap untuk menyambut kedatangan Pak Syafruddin dan istrinya yang juga sama-sama memiliki kemampuan supernatural. Wajah bengis, menyeramkan penuh amarah, serta menjijikkan dan para dedemit Gunung Kawi itu hampir membuat Pak Syafruddin mengurungkan niatnya menolong Mukmin. Ia hampir urung merebut kembali ruh salah satu anggota perguruan silatnya itu yang terikat di atas tandu tanpa daya.kisah kisah mistik
“Hai, manusia! Apa mau kamu, hah?!”hardik sosok siluman yang berdiri paling belakang. Ia sepertinya sudah slap untuk membantai dua sosok manusia yang dapat menembus dimensi alam kehidupan bangsa lelembut.
“Kami hanya ingin meminta agar kalian melepaskan nyawa Si Mukmin,” kata Pak Syafruddin seraya menoleh ke arah
Selasa, 01 Oktober 2019
Kamis, 12 September 2019
CERITA LEGENDA JAMBI RANGKAYO HITAM
Rangkayo Hitam merupakan seorang Raja Melayu Jambi yang sangat pemberani dan sakti, saat pemerintahan kerajaan dibawah kepemimpinan kakaknya Rangkayo Pingai, Rangkayo Hitam pernah mencegat upeti yang dikirimkan kakaknya kepada kerajaan Mataram yang waktu itu Kerajaan Melayu Jambi merupakan daerah jajahan kerajaan Mataram. Upeti itu berhasil digagalkan oleh Rangkayo Hitam, karena beliau berpendapat bahwa Kerajaan Melayu Jambi merupakan Kerajaan yang berdaulat dan tidak tunduk kepada Kerajaan manapun..
Mendengar adanya gejolak di Kerajaan Melayu Jambi yang tidak mau mengirimkan upeti ke Kerajaan Mataram dan tentang adanya seorang sakti bernama Rangkayo Hitam yang menggegalkan Upeti tersebut, maka Raja Mataram merencanakan akan melakukan penyerangan ke kerajaan Melayu yang disebut serangan Pamalayu dan segera memerintahkan seorang empu untuk membuat sebuah keris sakti yang akan digunakan untuk membunuh Rangkayo Hitam.
Mendengar hal tersebut, Rangkayo Hitam berangkat menuju Kerajaan Mataram untuk menggagalkan rencana tersebut. Di daerah mataram Rangkayo Hitam bertemu dengan seorang empu yang sedang membuat keris. Rangkayo Hitam bertanya kepada empu untuk siapa keris tersebut, empu itupun menjelaskan bahwa keris tersebut untuk Raja Mataram yang katanya akan digunakan untuk membunuh seorang sakti di Kerajaan Melayu Jambi yang bernama Rangkayo Hitam, saat itu empu juga menjelaskan bahwa keris tersebut dibuat dari tujuh macam besi yang diawali oleh huruf P, dan akan sempurna bila telah dimandikan di tujuh muara.
Rangkayo Hitam pun saat itu juga merebut keris tersebut dari tangan sang empu, dan mengatakan bahwa dialah Rangkayo Hitam. Empu itupun akhirnya tewas di tangan Rangkayo Hitam. Setelah mendapatkan keris, Rangkayo Hitam segera kembali ke Kerajaan Melayu untuk menyiapkan segala sesuatu jika nanti kerajaan Mataram jadi menyerang dan segera ia menyempurnakan keris tersebut di tujuh muara.. Hingga keris tersebut menjadi senjata sakti bagi Rangkayo Hitam.
Rangkayo Hitam sering meletakkan keris tersebut di sanggul rambutnya sehingga orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan “Ginjai” yang berarti tusuk konde. Sampai akhirnya keris tersebut diberi nama Keris SIGINJAI.
Struktur Keris Siginjai

1. Bilah Keris (Wilahan)
Bilah keris, yang dalam istilah perkerisan disebut wilahan, adalah bagian utama dari keris. Walaupun wilahan mempunyai bentuk yang beraneka ragam, namun dapat dikelompokkan menjadi dua tipe (dapur), yaitu tipe lurus (dapur leres) dan berkelok (dapur luk). Pada wilahan terdapat gambar atau lukisan yang disebut pamor yang merupakan lambang kesaktian atau kekeramatan keris. Sedangkan, pada pangkal wilahan terdapat ganja, yaitu sudut runcing yang mengarah ke arah mata keris.
Bilah Keris Siginjai panjangnya lebih kurang 39 sentimeter dan berlekuk (luk) 5. Permukaan bilah Keris Siginjai kemungkinan pada mulanya ditutupi lapisan emas murni karena pada saat ini masih terlihat adanya bekas lapisan emas yang terlepas. Lapisan emas itu berfungsi untuk memperindah keris dan yang lebih utama untuk menutupi pamor pada keris yang bermotif flora. Pamor keris ini semakin ke ujung semakin kabur. Pada lekuk pertama hingga keempat pamor itu tampak jelas, namun pada lekuk kelima sampai ke mata keris, pamornya sudah tidak jelas lagi.
Keris Siginjai memiliki dua buah buah ganja, yang salah satunya melengkung ke arah mata keris. Sedangkan, pada sisi terlebar pangkal bilah keris terdapat bentukan yang menjorok ke luar dan memiliki 6 buah tonjolan yang ujungnya runcing, mirip dengan senjata penjepit pada binatang kalajengking. Tonjolan yang terbesar disebut belalai gajah atau keluk kacang.
2. Hulu Keris
Hulu (gagang) Keris Siginjei terbuat dari kayu kemuning yang bagian kepalanya dibuat menjorok ke arah permukaan badan keris. Sedangkan, pada bagian yang dekat dengan wilahan terdapat mendak1 yang berbentuk kelopak bunga teratai. Di atas mendak terdapat 16 buah garis lengkung yang di setiap lengkungannya dipasang sebuah batu mulia, yang terdiri dari 8 buah intan berbentuk segi tiga dan 8 buah berlian berbentuk lonjong (oval). Di bawah setiap intan dan berlian terdapat bidang lengkung yang semakin menyempit ke arah bilah keris. Pada permukaan bidang lengkung tersebut dilapisi dengan emas murni dan diukir hiasan bunga-bunga kecil. Dan, di atas garis lengkung itu terdapat jalinan berbentuk benang-benang email warna hijau dan kuning.
3. Sarung Keris (Wrangka)
Wrangka keris Siginjai terbuat dari kayu kemuning. Sedangkan, pendok2 keris terbuat dari lempengan emas murni yang seluruh permukaannya dihiasi dengan ukiran bermotif flora. Pada wrangka Keris Siginjai ini juga terdapat gayaman berbentuk perahu agak kecil tetapi tebal. Di dekat gambar perahu terdapat lengkungan yang berbentuk sedikit bundar.
Rabu, 11 September 2019
KISAH PENGGUNA SUSUK PENGASIHAN BULU HARIMAU
Susuk,memang sudah tak asing lagi di telinga indonesia Media susuk pengasihan ini adalah bulu seekor harimau. Siapa yang memasangnya, jika dia perempuan, akan menjadi banal dan hot. Berikut sebuah kisah nyata pemasang susuk karamat super langka ini….
Dulu, dia dikenal sebagai perempuan cantik penebar pesona. Namun kini dia hanya bisa berbaring lemas hampir tanpa daya. Teriakan kesaktian setiap malam memecah dari mulutnya yang kering dan kisut. Entah apa yang dirasakannya. Mungkin kesakitan, atau mungkin juga ketakutan.
Kenyataan tragis itu harus dialaminya hanya karena sewaktu muda dia tergoda memburu nafsu dan ego keduniawian. Dia rela diperbudak kekuatan gaib yang berasal dari aura harimau betina yang sedang nafsu bercinta.
Dia terlahir dari pasangan orang tua yang secara kebetulan memiliki kelebihan dalam bidang suprantural. Trista namanya. Sejak masih kecil kehidupannya sangat kental dengan aroma mistis, meski ayahnya yang mendalami ilmu mistik kejawen itu tidak pernah menurunkan ilmu-ilmu miliknya kepada putrinya ini.
Diusia 16 tahun, Tirsta dijodohkan dengan lelaki murid terkasih bapaknya. Sebut saja bernama Pristono. Lelaki yang sudah berusia 30 tahun ini sangat ngemong, sehingga rumah tangga mereka selama 4 tahun berjalan sangat rukun. Sayangnya, mereka tak dikaruniai keturunan. Sampai di usia 34 tahun, usia yang sangat muda, Pristono meninggal karena suatu penyakit yang disebut orang desa dengan istilah "angin duduk".
Di usia 20 tahun, jadilah Trista hudup menjanda. Statusnya ini sering menimbulkan kondisi yang tidak enak. Daia kerap kali jadi bahan gunjingan di kampungnya. Karena janda muda dan cantik, dia juga sering jadi bahan cemburu buta para ibu di desanya.
Merasa tak tahan dengan keadaan tersebut, akhirnya Trista melangkahkan kakinya untuk merantau ke Sumatera. Dia ikut menumpang di rumah kakaknya. Di Sumatera Trista bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya. Tanpa bisa dikendalikan, janda muda ini jatuh cinta pada anak majikannya. Sudah dapat dipastikan, pemuda tampan itu tak mungkin sudi menanggapi cinta janda kembang dari desa terpencil di pelosok Jawa ini. Trista sama sekali tidak sepadan dengan dirinya.
Cinta bertepuk sebelah tangan akhirnya membawa Trista berkenalan dengan dunia mistis. Dia menemui Mbah Darto, orang sakti yang juga berasal dari Jawa dan kebetulan adalah saudara seperguruan Bapaknya Trista. Terenyuh oleh nasib yang menimpa Trista, Mbah Darto menyarankan agar janda muda ini memasang susuk bulu harimau betina yang sedang birahi, atau dalam istilah wong Jawa disebut Susuk Pengasih Nyai Singo Bawuk. Susuk ini tingkat kesulitannya luar biasa, karena mencarinya harus menunggu saat musim kawin harimau. Saat si raja rimba sedang melangsungkan hasratnya, maka harus dibunuh. Yang betina untuk si pemasang wanita, demikian pula yang jantan untuk pemasang laki-laki.
Menurut pengakuan Nek Trista, untuk pemasangan susuk harimau birahi ini harus diambilkan bulu yang tumbuh di kelamin harimau tersebut, meski hanya satu helai saja. Cara pemasangannya dengan ritual yang rumit. Setelah bulu harimau disiapkan, maka kewanitaan Trista dibasuh dengan darah harimau sekaligus dipasangkan bulu harimaunya di bagian terlarang tersebut.
Hasilnya memang luar biasa. Setelah memasang susuk keramat ini, anak majikan Trista yang tampan itu langsung bertekuk lutut di bawah kakinya. Singkat cerita, mereka pun menikah. Trista merasa dapat menggapai keinginannya, meski sesungguhnya pernikahan itu terjadi tanpa didasari kasih sejati sebagaimana wajarnya.
Dalam rentang perjalanan waktu, karena pengaruh Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk, akhirnya Trista tak dapat mengendalikan nafsunya. Dia telah dikuasai kekuatan gaib yang bersemayam dalam susuk tersebut. Sejak itu, mulailah badai menerjang bahtera rumah tangganya. Setelah harta suaminya habis, Trista meninggalkannya. Dia lari mengejar impiannya untuk memuaskan nafusnya, sekaligus mengumpulkan harta duniawi.
Trista memilih kembali ke tanah Jawa. Tapi dia berlabuh di Jakarta. Di kota ini dia semakin menjadi-jadi. Dia terjun ke dunia hitam pelacuran. Hebatnya, setiap laki-laki hidung belang yang berhubungan dengan dirinya pasti akan ketagihan, sehingga banyak diantara mereka yang ludes uang atau harta bendanya.
Sebenarnya, Trista bukanlah gadis yang matre. Ini semua karena pengaruh susuk harimau betina tersebut, sehingga dia menjadi liar. Dan keliarannya membutuhkan biaya yang tinggi demi memenuhi selera live stylenya yang telah berubah. Dia bukan lagi gadis kampong yang lugu dan apa adanya. Untuk semua ini, sudah tentu dia membutuhkan uang banyak.
Begitulah! Petualangan Trista baru berhenti ketika dia jatuh ke dalam pelukan seorang duda kaya raya yang bernama Harmoko. Mereka menikah, dan Trista terentaskan dari lembah hitam.
Sayang, pernikahan ketiganya inipun juga tak dikaruniai anak. Di usia 50 tahun, usaha Harmoko bangkrut karena ditipu beberapa rekan bisnisnya. Akhirnya mereka jatuh miskin. Biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Karenanya mereka memutuskan pulang ke kampung halaman Trista di Jawa. Di tempat tinggalnya yang baru, Trista mulai tekun memperdalam ilmu klenik, dan akhirnya membawa dirinya bertemu dengan roh gaib yang bernama Nyai Pilut. Dari bisikan Nyai Pilut inilah, Trista tahu sesuatu masalah yang ditanyakan orang lain. Ya, Trista menjadi dukun prewangan.
Tak lama kemudian, Trista cukup kondang di daerahnya. Banyak orang datang kepadanya. Merasa dendam dengan nasib buruk yang menimpa Hormoko, suaminya, yang ditipu rekan bisnisnya, maka mendorong Trista sering menipu orang yang datang padanya, dengan pembayaran yang cukup mahal. Ada-ada saja alasan yang digunakan untuk mengeruk uang pasiennya.
Karena kelewat komersil, nama Trista akhirnya redup bak ditelan malam. Menurut orang-orang dekatnya, Trista telah ditinggal pergi oleh Nyi Pilut, yang tidak suka Trista telah berubah perangai menipu orang-orang yang meminta pertolongan padanya.
Akhirnya Trista jatuh miskin lagi. Dan yang lebih mengenaskan, Harmoko terkena stroke. Lima tahun sakit akhirnya dia meninggal dunia. Trista sering merenung, sekarang dia sendiri, tak punya siapa-siapa untuk berbagi cerita. Padahal dia benar-benar mencintai suaminya itu.
Usia Trista sekarang telah 75 tahun. Sejak Harmoko meninggal, dia memang sudah tak mau lagi bersentuhan dengan laki-laki, meski itu sangat berat. Ketuaan telah menggerogoti raganya. Dia jatuh terkulai tak berdaya. Dalam ketidakberdayaan ini setiap malam, nenek Trista kerap berteriak-teriak kesakitan dan kadang-kadang menggeram bak seekor harimau. Oleh adik-adiknya, diusahakan cari syarat piranti gaib. Dari hasil deteksi ahli batin seorang paranormal wanita yang disapa akrab Jeng Rahayu dikatakan; "Ada 9 susuk ditubuh Mbah Trista, yang delapan saya sanggup mencabut, tapi yang satu, yang dipasang di daerah kewanitaan, rasanya perlu waktu untuk mempelajarinya."
Menurut Ahimsa, salah seorang adik Mbah Trista, ke-8 susuk pengasih berhasil dicabut oleh Jeng Rahayu. Untuk susuk yang satunya sedang mohon petunjuk ke Tuhan. Dua minggu kemudian, Jeng Rahayu bilang, kalau susuk itu bisa dikurangi daya gaibnya dengan Jadem Arab.
Jadem adalah tanaman semacam agave atau disebut lidah buaya, tapi yang tumbuh di gurun Arab. Entah dari mana dapatnya, sejak diberi Jadem Arab itu, teriakan Mbah Trista tak begitu memilukan. Tapi tetap saja menjerit-jerit hampir tiap malam, meski frekuensinya berkurang. Jeng Rahayu juga bilang pada Ahimsa, Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk hanya dapat dihilangkan dengan darah kucing kembang talon (belang tiga) jantan dan tapelan kulitnya.
Betapa sulitnya mencari kucing kembang talon jantan, sebab kucing jantan jenis ini pasti dibunuh induknya sendiri, atau kucing dewasa lainnya bila diketahui hidup. Konon, bila sampai tumbuh dewasa ia akan menjadi rajanya kucing.
Tapi, puji syukur, Ahimsa, bisa mendapatkan kucing dimaksud meski masih anakan. Kucing mungil yang masih sangat muda itu dipotong, darahnya digunakan untuk membasuh daerah kewanitaan Trista, lalu kulitnya yang sudah diseset ditempelkan di tempat terlarang itu.
Ritual tersebut dilakukan sore hari. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Mbah Trista menjerit sangat keras dan mengaum panjang seperti harimau. Kata Ahimsa, dari pusarnya keluar cahaya kemerahan, meluncur menembus genteng. Tak lama kemudian, Mbah Trista tertidur pulas.
Satu minggu sejak peristiwa itu, Trista tiap malam tak teriak-teriak lagi dan tak menggeram. Nenek renta itu akhirnya wafat dalam damai setelah susuk Nyi Singo Bawuk terlepas dari raganya
Kisah seram KKN
KKN HOROR
Cerita dimulai ketika aku mulai Kuliah Kerja Nyata - KKN didaerah Jambi, saat itu aku datang bersama teman-temanku ke sebuah desa untuk mengajar bahasa inggris di sekolah dasar dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang kesejahteraan desa tersebut.
Waktu itu aku dan kelompok menyumbangkan sebuah ide, untuk membuat sebuah taman bacaan disekitar pematang sawah dekat kelurahan. Karena menurut kami, lokasi itu sangat cocok untuk proses belajar mengajar. Apalagi dilihat dari kebiasaan anak sekolah yang setelah selesai pulang sekolah langsung menggembala kambing.
Jadi sekalian bisa sambil belajar, disitu ada sebuah lokasi yang sangat bagus. Ditengah pematang sawah itu berdiri bangunan bekas rumah. Kalo kata pak lurah setempat, bangunan itu adalah bangunan bekas tempat tinggal. Namun entah kenapa pemilik rumah itu meninggalkan rumah itu tanpa alasan, kami sempat bertanya tentang keamanan rumah itu tapi pak lurah tidak menjelaskan apapun dan dia hanya bilang kalo tempat itu sudah tidak ada pemiliknya.
Sebelumnya pemilik itu sempat pernah datang ke desa dan menghibahkan bangunan itu kepada penduduk setempat untuk dijadikan tempat beristirahat para petani. Tapi entah kenapa, para petani disana tidak mau menggunakan tempat itu. Menurut beberapa penduduk, tempat itu kotor dan sering digunakan untuk hal yang tidak-tidak. Makanya mereka sangat senang jika tempat itu dijadikan tempat sekolahan atau tempat kerjaan,
Singkat cerita kami langsung mendekorasi rumah tua tersebut. Setelah bersih dan layak tinggal, kami memutuskan tempat itu menjadi basecamp kami. Namun ternyata ketika kami tinggal ditempat itu, ada yang tidak suka kami tinggal disitu.
Beberapa orang dari kelompok kami merasakan hal-hal yang aneh. Beberapa dari kelompok kami ketika tidur disana, sering mendengar suara tangisan di malam hari. Kemudian, air kran yang sering menyala sendiri tapi kami semua merasa tidak terlalu takut. Karena menurut kami, itu hanya gangguan kecil walau menyeramkan.
Sampai gangguan itu aku alami sendiri, dan betapa hebat. Ceritanya, malam itu hanya tinggal aku, rita dan beberapa teman yang tidur disana. Kami sedang mengobrol mengenai program KKN dan ditengah obrolan tiba-tiba suasana rumah menjadi sangat dingin dan sangat sepi. Aku berinisiatif untuk mengambil lentera didapur biar agak hangat.
"Rit, antar aku ke dapur yuk" akhirnya, rita menganggukan kepalanya dan mengantarku pergi ke dapur. Suasana dapur cukup gelap, hanya ada sebuah cahaya lilin disitu. Tapi aku merasa kalo disitu ada rita, tiba-tiba entah dari mana datangnya kami dikagetkan oleh sebuah benda yang terjatuh dari arah belakang dapur.
Kami terdiam, aku dan rita saling memandang. Perlahan lahan kami jalan dan terdengar suara kaki di hentak-hentakan di tanah. Aku mengulurkan tangan dan mengambil lentera itu, kemudian astaga aku terkejut karena ketika kami membalikan badan. Dibalik kami berdiri sesosok putih yang sangat kami kenal, mukanya menyeramkan. Kedua lubang hidungnya ditutupi kapas, astaga inikan. Aku dan rita menjerit hebat, didepan kami berdiri makhluk menyeramkan yang terbungkus kain putih. Aku dan rita saling berpelukan hingga,
makhluk itu membuka mulutnya dan mengeluarkan tangisan seperti kesakitan. Suara pilu yang keluar dari mulutnya dan selang beberapa detik makhluk itu menatap kami dengan matanya yang merah menyala. Kami ketakutan luar biasa, makhluk itu terus berdiri didepan kami. Sampai, "Kami tos beda alam, kami tos beda urusan. Indit", kami sudah berbeda alam, kami sudah berbeda urusan, pergi. Mataku tertuju kepada seseorang yang berada dibalik makhluk itu dan kami melihat pak lurah berdiri sambil menunjuk makhluk itu. Makhluk itu menggoyangkan badannya seperti mau melompat lalu menghilang.
Kami segera berlari ke arah pak lurah, dan pak lurah langsung menenangkan kami. Aku melihat temanku pada bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Subuh itu, kami duduk diruang tengah semuanya lalu menceritakan semua hal yang terjadi. Kemudian, pak lurah mulai menjelaskan asal usul bangunan ini. Ternyata bangunan ini adalah bangunan milik tuan tanah
Tuan tanah itu lintah darat dan memeras para petani dengan paksa, sang tuan tanah akhirnya meninggal dengan hutang yang belum sempat dilunasi oleh para petani. Sampai sekarang, arwahnya masih gentayangan mendatangi para petani. Lalu para petani itu sering melihat penampakan sang tuan tanah di rumah kosong yang kami jadikan basecamp.
Langganan:
Postingan (Atom)